Tinjau Proyek Tol Trans Sumatera, Jokowi: Saya Ingin Melihat Langsung
Rabu, 02/03/2016
Foto: Dina Rayanti-detikFinance
Medan -Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini
meninjau proyek tol Trans Sumatera di Provinsi Sumatera Utara. Jokowi
yang didampingi Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR),
Basuki Hadimuljono, ingin melihat sudah sejauh mana perkembangan proyek
jalan tol ini.
"Saya ingin melihat langsung progress
jalan tol ini. Tentu saja ini akan memperkuat efisiensi biaya yang ada
di lapangan. Tadi saya melihat dari Medan-Kualanamu, Medan-Binjai dalam progress yang sangat baik," ujar Jokowi saat meninjau proyek tol Trans Sumatera ruas Medan-Tebing Tinggi, Rabu (2/3/2016).
Jokowi Tinjau Proyek Tol Trans Sumatera
Jokowi mengatakan, dia juga sempat meninjau ruas tol
Kualanamu-Tebing Tinggi yang saat ini proses pengadaan tanahnya sudah
90%. Jokowi mengatakan, ruas tol tersebut targetnya selesai pada
pertengahan 2017 nanti.
"Yang selesai akhir 2016 Medan-Binjai,
yang 2 ruas dikejar 2017. Kemudian, diteruskan yang Tebing Tinggi ke
Parapat. Ini akan terus dan nggak berhenti. Bukan hanya jalan tol saja,
tapi kereta api juga. Sekarang sistemnya baik karena dibagi per seksi
agar kerja lebih cepat lagi," kata Jokowi.
Jokowi Tinjau Proyek Tol Trans Sumatera
Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan
Rakyat (PUPR) saat ini tengah menyelesaikan pembangunan dua ruas jalan
Tol Trans Sumatera di wilayah Provinsi Sumatera Utara, yaitu ruas Tol
Medan-Kualanamu, Kualanamu-Tebing Tinggi dan Medan-Binjai. Ketiga Ruas
tol tersebut merupakan bagian dari 25 ruas jalan tol di Pulau Sumatera
yang akan dibangun sepanjang 2.819 km.
Jokowi Tinjau Proyek Tol Trans Sumatera
Saat ini progres konstruksi ruas tol Medan-Kualanamu sudah 43%
dan pembebasan tanah sudah 85%.
Arimbi Ramadhiani Para pekerja menunggu kedatangan Presiden Joko Widodo di proyek tol Medan-Kualanamu, Rabu (2/3/2016).
Kemudian, ada juga progres pembangunan
seksi 3 yaitu Parbarakan-Tebing Tinggi yang merupakan bagian dari
pembangunan Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi saat ini sudah mencapai 32%,
sementara ruas tol Medan-Binjai pembangunan fisik sudah mencapai 8% dan
pembebasan tanah 78%.
sumber : http://finance.detik.com/read/2016/03/02/154729/3155800/4/tinjau-proyek-tol-trans-sumatera-jokowi-saya-ingin-melihat-langsung?f9911023
Penampakan Terkini Proyek Tol Medan-Kualanamu
Kamis, 03/03/2016
Foto: Dok. Kementerian PUPR
Jakarta -Kemarin, Presiden Joko Widodo (Jokowi)
mengecek pembangunan proyek Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi. Ruas tol
ini merupakan bagian dari Tol Trans Sumatera sepanjang 2.800 km.
Total
panjang tuas tol ini mencapai 61,7 km. Biaya investasinya sebesar Rp 4
triliun, pembebasan lahan Rp 760 miliar, dan konstruksi Rp 1,75 triliun.
Jokowi
berharap, tol ini sudah rampung pada 2017 sehingga bisa beroperasi di
2018. Jalan tol ini dibangun menembus hutan di Sumatera Utara (Sumut).
Berikut inipenampakannya seperti disajikan dalam infografis KementerianPUPR, Rabu (3/3/2016).
(ang/dnl) sumber : http://finance.detik.com/read/2016/03/03/135510/3156671/4/penampakan-terkini-proyek-tol-medan-kualanamu?f9911023
Proyek Tol Medan-Binjai yang Menembus Hutan Sawit
Kamis, 03/03/2016
Foto: Dok. Kementerian PUPR
Jakarta -Presiden Joko Widodo (Jokowi) sedang
berkeliling Sumatera mengecek aneka proyek infrastruktur pulau Sumatera.
Kemarin, Jokowi mengecek ruas Tol Medan-Binjai.
Ruas tol
tersebut merupakan bagian dari mega proyek Tol Trans Sumatera. Tol
Medan-Binjai sepanjang 16,72 km ini membelah hutan sawit di Sumatera
Utara.
Pengerjaan konstruksi tol ini baru saja dimulai. Ditargetkan bisa rampung 2018 dan beroperasi pada 2019.
Berikut inipenampakannya seperti disajikan dalam infografis KementerianPUPR, Rabu (3/3/2016).
Sumber : http://finance.detik.com/read/2016/03/03/151207/3156769/4/proyek-tol-medan-binjai-yang-menembus-hutan-sawit?f9911023
Arimbi Ramadhiani Pembangunan ruas jalan tol Medan-Kualanamu. Gambar diambil Senin (29/2/2016).
Jadi Proyek Prioritas, Tol Bakauheni-Terbanggi Besar Sudah Terbangun 7,8 Km
Jumat, 19/02/2016
Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera
menjadi salah satu proyek pembangunan infrastruktur di luar Pulau Jawa
yang mendapat perhatian Pemerintah.
Mega proyek ini masuk adalam
30 proyek infrastruktur prioritas yang diharapkan bisa menjadi tulang
punggung pembangunan sekaligus menjadi senjata untuk menghalau dampai
perlambatan ekonomi dunia.
Dari 8 ruas tol yang masuk dalam
program prioritas tersebut, salah satu yang diseriusi adalah Jalan Tol
Bakauheni-Terbanggi besar. Jalan tol ini menjadi pintu masuk pertama
yang menghubungkan Pulau Sumatera dengan Pulau Jawa yang terangkum dalam
paket program Merak-Bakauheni-Bandar Lampung-Palembang- Tanjung Apiapi
(MBBPT).
"Bakauheni-Terbanggi besar dari 138 km, sudah 1%
terbangun," ujar Kepala Sub Direktorat Jalan Bebas Hambatan, Direktorat
Jenderal Jalan Bebas Hambatan, Perkotaan dan Fasilitasi Jalan Daerah,
Kementerian PUPR Hari Suko kepada detikFinance, akhir pekan lalu.
Jalan
tol Bakauheni-Terbanggi besar sendiri terbagi dalam 3 seksi pekerjaan
yang proses pembangunannya dilakukan secara simultan tanpa menungu
pembebasan lahan selesai 100% secara keseluruhan.
Pada Seksi I
sepanjang 38,07 km dari Bakauheni-Babatan, progres fisik pembangunan
telah mencapai 1,24%. Lalu pada Seksi II sepanjang 59,2 km dari
Babatan-Tegineneng telah mencapai 3,6%. Terakhir pada Seksi III
sepanjang 43,135 km dari Tegineneng-Terbanggi Besar, prosesnya masih
menunggu kesiapan lahan.
"Bila ditotal dari 138 km, yang sudah terbangun mencapai 7,8 km," ujar Hari.
Proses
pembangunan sendiri ditargetkan selesai secara bertahap pada Tahun 2018
dan 2019. "Kalau dilihat secara persentase memang kecil. Tapi ini sudah
sangat luar biasa karena kan ini sudah bertahun-tahun nggak jalan
pekerjaannya. Baru tahun ini bisa jalan. Kami akan terus melakukan
percepatan. Dari sisi pemerintah kami sedang memperkuat kesiapan dana
untuk lahan. Diharapkan target 2019 bisa tersambung total bisa kita
capai," pungkas dia.
Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar 138 km
merupakan proyek prioritas yang bakal mendapat pengawalan dari
Pemerintah baik secara regulasi maupun angaran.
Sebagai
pelaksana, ditunjuk PT Hutama Karya sebagai Perusahaan Konstruksi Pelat
Merah yang 100% sahamnya dikuasai Pemerintah untuk melakukan
pembangunan.
Pekan lalu Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambangi
sendiri Proyek Jalan Tol ini untuk memastikan perkembangan pembangunan
berjalan sesuai target berkal yang ditetapkan.
Pembangunan Jalan
Tol Trans Sumatera menjadi salah satu proyek pembangunan infrastruktur
di luar Pulau Jawa yang mendapat perhatian Pemerintah.
Mega
Proyek ini masuk dalam 30 proyek infrastruktur prioritas yang diharapkan
bisa menjadi tulang punggung pembangunan sekaligus menjadi senjata
untuk menghalau dampai perlambatan ekonomi dunia.
Dari 8 ruas tol
yang masuk dalam program prioritas tersebut, salah satu yang diseriusi
adalah Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi besar. Jalan tol ini menjadi pintu
masuk pertama yang menghubungkan Pulau Sumatera dengan Pulau Jawa yang
terangkum dalam paket program Merak-Bakauheni-Bandar Lampung-Palembang-
Tanjung Apiapi (MBBPT).
"Bakauheni-Terbanggi besar dari 138 km,
sudah 1% terbangun," ujar Kepala Sub Direktorat Jalan Bebas Hambatan,
Direktorat Jenderal Jalan Bebas Hambatan, Perkotaan dan Fasilitasi Jalan
Daerah, Kementerian PUPR Hari Suko kepada detikFinance, akhir pekan
lalu.
Jalan tol Bakauheni-Terbanggi besar sendiri terbagi dalam 3
seksi pekerjaan yang proses pembangunannya dilakukan secara simultan
tanpa menungu pembebasan lahan selesai 100% secara keseluruhan.
Pada
Seksi I sepanjang 38,07 km dari Bakauheni-Babatan, progres fisik
pembangunan telah mencapai 1,24%. Lalu pada Seksi II sepanjang 59,2 km
dari Babatan-Tegineneng telah mencapai 3,6%. Terakhir pada Seksi III
sepanjang 43,135 km dari Tegineneng-Terbanggi Besar, prosesnya masih
menunggu kesiapan lahan.
"Bila ditotal dari 138 km, yang sudah terbangun mencapai 7,8 km," ujar Hari.
Proses
pembangunan sendiri ditargetkan selesai secara bertahap pada Tahun 2018
dan 2019. "Kalau dilihat secara persentase memang kecil. Tapi ini sudah
sangat luar biasa karena kan ini sudah bertahun-tahun nggak jalan
pekerjaannya. Baru tahun ini bisa jalan. Kami akan terus melakukan
percepatan. Dari sisi pemerintah kami sedang memperkuat kesiapan dana
untuk lahan. Diharapkan target 2019 bisa tersambung total bisa kita
capai," pungkas dia.
Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar 138 km
merupakan proyek prioritas yang bakal mendapat pengawalan dari
Pemerintah baik secara regulasi maupun anggaran.
sumber : https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=6669781178185740164#editor/target=post;postID=5760131575638277855
Jadi Prioritas, Ini Perkembangan Proyek Tol Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi
Jumat, 19/02/2016
Foto: Setpres
Jakarta -Pemerintah menetapkan 30 proyek
infrastruktur prioritas untuk menggenjot perekonomian di tengah
perlambatan ekonomi dunia. Empat proyek di antaranya adalah jalan tol di
bawah tanggung jawab Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
(PUPR).
Kepala Sub Direktorat Jalan Bebas Hambatan, Direktorat
Jenderal Jalan Bebas Hambatan, Perkotaan dan Fasilitasi Jalan Daerah,
Kementerian PUPR Hari Suko, mengatakan masing-masing proyek prioritas
ini berkembang positif.
1. Jalan tol Balikpapan-Samarinda
Jalan
tol ini memiliki total panjang mencapai 98,21 kilometer (km). Adapun
yang menjadi tanggung jawab pemerintah adalah seksi I, yang panjangnya
mencapai 25,07 Kkm.
"Saat ini perkembangannya sudah 6,73% untuk
fisik jalan tolnya. Termasuk pembangunan Jembatan Sei Manggai. Tanah
yang sudah terbebas mencapai 88,67%," kata Hari ditemui detikFinance akhir pekan lalu.
Ada
pula pekerjaan seksi V sepanjang 11,09 km, dengan progres pembebasan
lahan telah mencapai 60%. Namun pekerjaannya masih dalam tahap persiapan
pekerjaan fisik, karena masih menunggu pencairan dana pinjaman dari
China.
2. Jalan tol Mando-Bitung
Jalan Tol Manado-Bitung
memiliki panjang mencapai 39 km, yang terdiri dari dua seksi. Seksi I
sepanjang 13,5 km dan seksi II sepanjang 25,5 km. Adapun yang menjadi
tanggung jawab pemerintah adalah Seksi I dari Manado-Airmadidi.
"Saat
ini progress fisik sudah 1,2%. Dan progres lahannya sudah 94%. Lahan
sudah sebagian besar beres sehingga proses berikutnya diharapkan selesai
segera," kata dia.
3. Jalan tol Panimbang-Serang
Jalan tol
sepanjang 83,9 km ini terus mendapat pengawalan ketat dari pemerintah,
sehingga diharapkan bisa rampung pada tahun 2019.
4. Delapan Ruas Jalan tol Trans Sumatera
Jalan
Tol Trans Sumatera menjadi program prioritas sektor jalan tol yang
cukup banyak menyorot perhatian lantaran lokasinya yang berada di luar
Jawa.
"Delapan proyek Trans Sumatera sudah jalan. Terutama yang 4
ruas. Palembang-Indralaya sudah 10,3%. Dari panjang 22 km. Kemudian
yang Bakauheni Terbanggi Besar dari 138 km, sudah 1%. Kayu
Agung-Palembang-Betung persiapan konstruksi. Jalan Terbanggi Besar-Kayu
Agung masih proses pra konstruksi panjangnya 185 km. Kemudian
Medan-Binjai, dari panjang 16,72 km sudah 8,41%," papar dia.
sumber : http://finance.detik.com/read/2016/02/19/092420/3145957/4/jadi-prioritas-ini-perkembangan-proyek-tol-sumatera-kalimantan-dan-sulawesi?f9911023
JALAN TOL. Suasana proyek pembangunan jalan tol yang diambil dari
udara Desa Sabahbalau, Lampung Selatan, Selasa (10/2). Rencananya, hari
ini Presiden Jokowi meninjau langsung perkembangan pembangunan jalan tol
yang sudah dikerjakan sepanjang 5 km. (lampost)
Tribun Lampung/Wakos Gautama
Presiden Jokowi mengunjungi lokasi proyek pembangunan tol Trans Sumatera
di Desa Sabah Balau, Lampung Selatan, Kamis (11/2/2016).
Presiden tinjau pembangunan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar
Presiden
Joko Widodo (paling kanan) bersama Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono
(paling kiri) meninjau pembangunan jalan tol Bakauheni-Terbanggi Besar
(foto bawah) di Lampung, Kamis. (Kementerian PUPR)
Tol Sumatera, tidak hanya untuk dalam negeri, tetapi juga keluar ..."
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo
(Jokowi) meninjau pembangunan jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar di
Lampung, hari ini, Kamis (11/2).
Dalam peninjauan tersebut,
Presiden didampingi antara lain oleh Menteri Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimoeljono, Gubernur Lampung Muhammad
Ridho Ficardo dan Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga, Hediyanto W.
Husaini, demikian keterangan pers Kementerian PUPR, Kamis.
Usai
mendapat penjelasan dari Dirjen Bina Marga dan melihat langsung progres
konstruksi di lapangan, Presiden Jokowio mengaku terkejut dengan
realisasi di lapangan yang dinilainya sangat cepat.
Hingga saat
ini sudah 7,8 kilometer jalan tol tersebut yang dibangun. Melihat
progres tersebut, Presiden Jokowi optimis rencana Kementerian PUPR untuk
membuka kesempatan masyarakat melakukan perjalananan di sebagian ruas
tersebut pada arus mudik lebaran tahun ini dapat terlaksana.
Dalam
kesempatan tersebut, Presiden menekankan arti penting dari terbangunnya
jalan tol Bakauheni-Terbanggi Besar sebagai bagian dari tol Trans
Sumatera.
Menurut Presiden Jokowi, konstruksi dari tol sepanjang
140 kilometer tersebut menjadi bukti dari berjalannya pembangunan
infrastruktur di Indonesia.
“Tol Sumatera, tidak hanya untuk
dalam negeri, tetapi juga keluar, untuk adanya keyakinan, kepercayan
kalau pembangunan infrastruktur berjalan, sehingga ada arus uang dan
investasi masuk ke Indonesia,” kata Presiden Jokowi.
Menanggapi
kekurangan alokasi dana pembebasan lahan untuk tol Bakauheni-Terbanggi
Besar senilai Rp1,2 triliun, Presiden menyebutkan, akan segera melakukan
pertemuan di Jakarta untuk mencari solusinya.
Sementara itu,
Dirjen Bina Marga, Hediyanto W. Husaini, mengatakan bahwa proses
pembebasan tanah untuk pembangunan jalan tol kini bisa berjalan cepat.
“Alhamdulillah, kita bisa bebaskan tanah untuk sepanjang 45 kilometer dalam delapan bulan,” ungkapnya.
Dia
menilai, tim pembebasan tanah saat ini semakin profesional dan
berpengalaman, di sisi lain masyarakat yang tanahnya terkena pembebasan
tanah juga bertambah kooperatif.
Hediyanto menambahkan, untuk
hampir 100 kilometer yang belum dibebaskan ditargetkan akan selesai pada
September tahun ini. Hal tersebut demi mengejar target, konstruksi
jalan tol tersebut rampung pada 2018.
sumber : http://www.antaranews.com/berita/544693/presiden-tinjau-pembangunan-tol-bakauheni-terbanggi-besar
Presiden Joko Widodo akan memantau kemajuang pembangunan jalan tol ruas
Bakauheni- Terbanggi Besar di Desa Sabahbalau, Lampung Selatan.
Berdasarkan
pantauan di lokasi pembangunan jalan tol di Desa Sabahbalau, Lampung
Selatan, Kamis, menunjukkan kesibukan aparat, pemerintah daerah,
kontraktor, dan pekerja.
Sejumlah pekerja pembangunan jalan tol tetap melaksanakan pekerjaannya meskipun Presiden akan meninjau lokasi ini.
Mereka
sibuk menganyam besi untuk pengecoran, sedang beberapa pekerja
mengerjakan pengerasan jalan dengan menggunakan alat berat.
Pantauan
juga menunjukkan pengamanan tak terlalu berlebihan. Beberapa petugas
baik TNI maupun Polri terlihat di lokasi kunjungan Presiden Jokowi.
Presiden
Jokowi telah lima kali mengunjungi Lampung, sedangkan kunjungan ke
lokasi pembangunan jalan tol di Desa Sabahbalau untuk ketiga kalinya
sumber : http://www.antaranews.com/berita/544620/lampung-selatan-bersiap-sambut-jokowi?utm_source=fly&utm_medium=related&utm_campaign=news
Pemerintah Provinsi Lampung mempercepat pembebasan lahan jalan tol
Trans Sumatera ruas Bakauheni-Terbanggibesar agar pengerjaanya selesai
tepat waktu.
"Kami tengah melakukan komunikasi dengan kementerian untuk
mempercepat melakukan pembayaran lahan tol," kata Gubernur Lampung, M
Ridho Ficardo di Bandarlampung, Kamis.
Dia mengatakan progres pembebasan lahan tol saat ini pun sangat baik
sebab dari 140 kilometer, yang telah selesai pembayaran mencapai 45
kilometer.
Ia melanjutkan khusus Lampung progres pembebasannya pun cukup cepat jika dibandingkan daerah lainnya.
"Pembayaran ini melalui Kementerian PU, dan pihaknya pun sudah
berkoordinasi melalui ketua tim pembebasan lahan agar ini bisa
dipercepat. Sehingga para pelaksana pembangunan tidak berhenti
sementara," kata dia.
Ia menegaskan pemprov telah mendesak kementerian untuk segera menyelesaikan pembebasan lahannya.
Hingga saat ini, dari 140-an kilometer pembebasan lahan tol trans
Sumatera tahap satu, masih tersisa 95 kilometer lagi yang harus
dibebaskan.
Pembangunan dan pembebasan lahan Tol Trans Sumatera akan meliputi tiga kabupaten, 18 kecamatan, dan 70 desa.
Pelaksanaan pembangunan tol trans sumatera dilaksanakan oleh empat
kontraktor BUMN, yaitu PT Pembangunan Perumahan (PP), Waskita Karya,
Adhi Karya, dan Wijaya Karya.
Pembangunan Tol Trans Sumatera ruas Bakauheni- Terbanggi Besar-
Palembang Sumsel sepanjang sekitar 400 km ditargetkan selesai pada Juni
2018 atau sebelum Asian Games 2018 berlangsung.
sumber : http://www.antaranews.com/berita/543623/pemprov-lampung-percepat-pembebasan-lahan-tol-trans-sumatera?utm_source=related_news&utm_medium=related&utm_campaign=news
Pemerintah Provinsi Lampung mengklaim pembebasan lahan untuk
pembangunan jalan tol trans Sumatera ruas Bakauheni-Terbanggi Besar
sudah mencapai panjang 45 kilometer dari 140-an kilometer total
keseluruhan jalan.
"Sudah sekitar 45 kilometer, progresnya menggembirakan," kata
Asisten II Sekretaris Pemprov Lampung, Adeham, di Bandarlampung, Selasa.
Adeham mengklaim, proses penyelesaian pembebasan lahan dan
pembangunan tol di Lampung jauh lebih baik dibandingkan daerah lain di
Indonesia, karena selalu mencapai target dan nyaris tidak mengalami
kendala dalam proses.
"Masalah perbedaan pendapat terkait harga jual itu biasa, ada tim
aprasial, dan dalam dua minggu sengketanya bisa diselesaikan, jadi tidak
menghambat," kata dia.
Hingga saat ini, dari 140-an kilometer pembebasan lahan tol trans
Sumatera tahap satu, masih tersisa 95 kilometer lagi yang harus
dibebaskan.
Jalan tol trans Sumatera ruas Bakauheni-Terbanggi Besar akan
memiliki lebar sekitar 21 meter, yang terdiri atas empat jalur jalan
untuk dua arah kendaraan.
Lebar masing-masing ruas jalur adalah 9,2 meter, dengan tambahan bahu jalan di masing-masing sisi jalur 2,5 meter.
Sementara itu, diantara kedua jalur Tol Trans Sumatera ruas
Bakauheni-Terbanggi Besar, akan dipasang medan selebar 2,25 meter.
Untuk pengaspalan, Tol Trans Sumatera akan dibuat dengan ketebalan
0,6 meter, dengan lebih dari sepertiga ketebalan tersebut berbahan batu
rigit atau aspal beton.
Jalan Tol Trans Sumatera ruas Bakauheni-Terbanggi besar akan mampu menahan beban maksimal hingga 90 ton.
Pembangunan dan pembebasan lahan Tol Trans Sumatera akan meliputi 3 kabupaten, 18 kecamatan, dan 70 desa.
Pelaksanaan pembangunan Tol Trans Sumatera dilaksanakan oleh empat
kontraktor BUMN, yaitu PT Pembangunan Perumahan (PP), Waskita Karya,
Adhi Karya, dan Wijaya Karya.
sumber : http://www.antaranews.com/berita/543245/pembebasan-lahan-tol-di-lampung-capai-45-kilometer?utm_source=fly&utm_medium=related&utm_campaign=news
royek Tol Bakauheni-Terbanggi Besar Sudah Capai 7,8 Km
Kamis, 11 Februari 2016
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi
Gubernur Lampung M Ridho Ficardo (kanan) melakukan kunjungan ke lokasi
pembangunan Tol Trans Sumatera, Lampung, 11 Februari 2016. FOTO ANTARA
TEMPO.CO, Jakarta
- Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan
Rakyat Hediyanto W. Husaini menyampaikan perkembangan pembangunan jalan
tol Bakauheni-Terbanggi Besar di Lampung sudah mencapai 7,8 kilometer.
Hal itu ia sampaikan di sela kunjungan Presiden Joko Widodo untuk
meninjau pembangunan tol tersebut.
"Melihat progress
tersebut, Presiden Joko Widodo optimistis rencana Kementerian PUPR untuk
membuka kesempatan masyarakat melakukan perjalananan di sebagian ruas
tersebut pada arus mudik lebaran tahun ini dapat terlaksana," kata
Hediyanto dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 11 Februari 2016.
Pemerintah menilai pembangunan jalan tol Bakauheni-Terbanggi Besar
sebagai bagian dari tol Trans Sumatera. Konstruksi tol sepanjang 140
kilometer ini diklaim menjadi bukti dari berjalannya pembangunan
infrastruktur di Indonesia.
“Tol Sumatera, tidak hanya penting
untuk dalam negeri, tetapi juga keluar, untuk adanya keyakinan,
kepercayan kalau pembangunan infrastruktur berjalan, sehingga ada arus
uang dan investasi masuk ke Indonesia,” terang Joko Widodo.
Dalam proses pembangunannya, kementerian menyebutkan masih mengalami
kekurangan alokasi dana pembebasan lahan untuk tol Bakauheni-Terbanggi
Besar sebesar Rp 1,2 triliun. Dalam kunjungan tersebut, Jokowi
menyebutkan segera melakukan pertemuan di Jakarta untuk mencari
solusinya.
Sementara itu, Hediyanto mengatakan, proses
pembebasan tanah untuk pembangunan jalan tol kini bisa berjalan cepat.
"Kami bisa bebaskan tanah untuk sepanjang 45 kilometer dalam delapan
bulan,” kata Hediyanto.
Hediyanto menilai, tim pembebasan tanah
saat ini semakin profesional dan berpengalaman, di sisi lain masyarakat
yang tanahnya terkena pembebasan tanah juga bertambah
kooperatif. Hediyanto menuturkan, 100 kilometer lahan yang belum
dibebaskan ditargetkan akan selesai pada September tahun ini. Hal
dilakukan demi mengejar target. Rencananya, konstruksi jalan tol
tersebut rampung pada 2018.
sumber : https://bisnis.tempo.co/read/news/2016/02/11/090744178/proyek-tol-bakauheni-terbanggi-besar-sudah-capai-7-8-km
Jokowi Apresiasi Tol Lampung Lebih Cepat
Kamis, 11 Februari 2016
22:46 WIB
Tol Lampung
TOL
LAMPUNG. Presiden Jokowi bersama Gubernur Lampung Ridho Ficardo
menggelar jumpa pers di kawasan pembangunan tol Lampung, Sabahbalau,
Kamis (11/2). DOK/MRF Info
BANDAR LAMPUNG -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) merasa bangga dan
sangat puas terhadap perkembangan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera
(JTTS) tahap I di Provinsi Lampung. Jokowi menyampaikan hal itu dalam
kunjungan kerjanya ke-6 kali ke Lampung. Presiden mengecek langsung
progres pembangunan JTTS, di KM 78, Sabahbalau, Lampung Selatan, Kamis
(11/2/2016).
"Perkembangan Tol Trans Sumatera di Lampung cepat sekali. Bahkan
pembebasan lahan selesai terlalu cepat, kerja hebat. Saya ke sini sudah
kesekian kali, saya cek dan saya cek kembali. Saya kaget konstruksinya
sudah sampai 7,8 kilo (meter, red)," kata Presiden dalam konferensi pers
didampingi Gubernur Lampung Ridho Ficardo yang berlangsung sekitar 5
menit tersebut.
Di depan puluhan awak media lokal, nasional dan juga media asing, Jokowi
memuji dan mengapresiasi kinerja Gubernur Ridho Ficardo. "Pak Gubernur
kerjanya cepat, pembebasan lahan cepat. Saya malah dikomplain Pak
Gubernur karena pendanaan dari pusat yang lambat," ungkap mantan
Gubernur DKI Jakarta itu.Arimbi Ramadhiani Proyek Jalan Tol Terbanggi Besar-Bakauheni, Lampung. Gambar diambil Jumat (6/11/2015).
Dalam sesi tanya jawab dengan pers, jumlah dana pusat yang terlambat
dibayarkan untuk pembebasan lahan sekitar Rp1,2 triliun. Presiden
mengupayakan pembayaran ganti rugi dipercepat. Jokowi menyampaikan juga
pada mudik lebaran nanti, jalan tol ini sudah bisa dilalui di beberapa
titik yang dinyatakan sudah selesai pembangunannya.
Sebelum meninjau pembangunan tol, Jokowi blusukan bersama Ridho Ficardo
dan Menteri PU ke Pasar Tradisional Gudang Lelang di kawasan Teluk
Betung, Bandar Lampung. Usai kunjungan kerja di Lampung, Jokowi dan
rombongan sorenya kembali ke Jakarta menumpang pesawat kepresidenan RI. sumber : http://www.lampost.co/berita/jokowi-apresiasi-tol-lampung-lebih-cepat-